Miyamoto Serta Atasan Nintendo Yang lain Digaji “Lebih Sedikit” Dibanding Bos Perusahaan Game Yang lain

Posted on

Shigeru Miyamoto serta beberapa profil penting dibalik Nintendo disampaikan jadi eksekutif dengan penghasilan paling rendah, minimal untuk perusahaan game jumlah besar.

Info ini tiba dari laporan tahunan Nintendo untuk tahun paskal yang usai pada bulan Maret yang lalu. Pada halaman 41 dari 78 halaman laporan yang dikeluarkan minggu ini, beberapa upah dari beberapa atasan dari mulai si presiden Shuntaro Furukawa, Shigeru Miyamoto, Shinya Takahashi, serta eksekutif yang lain diberikan pada investor.

Shuntaro Furukawa bawa pulang ¥258 juta atau seputar Rp35 milyar per tahun. Shigeru Miyamoto memperoleh ¥192 juta atau sekitar Rp26 milyar per tahun, serta Shinya Takahashi sebesar ¥132 juta atau seputar Rp18 milyar per tahun. Pasti angka itu masih besar sekali dibanding upah sebagian besar karyawan di Nintendo maupun karyawan di industri game biasanya, tetapi dibanding dengan eksekutif perusahaan lain, angka yang didapat ke-3 atasan Nintendo ini berkesan “tidak berapa”.

Dikutip dari GamesIndustry.biz, Bobby Kotick, CEO dari Activision bawa pulang $28 juta per tahun atau seputar Rp409 milyar. Kotcik dikukuhkan untuk CEO dengan bayaran “paling terlalu berlebih” di Amerika Serikat serta upahnya 306 kali lipat
lebih tinggi dari upah rerata karyawan yang lain.

Disamping itu, Andrew Wilson, CEO dari EA kantongi $35 juta tiap tahunnya atau seputar Rp511 milyar. Upahnya itu diprediksikan 371 kali lipat dari upah rerata karyawan di EA. Upah ke-2 CEO itu sempat jadi pembicaraan panas di media sosial sebab kedua-duanya sempat
memutuskan untuk PHK massal karyawan sampai beberapa ratus orang di waktu si atasan masih aman dengan upah tingginya.

Kembali lagi bicarakan masalah Nintendo, perusahaan yang diketahui akan Super Mario
serta Zelda ini informasikan upah rerata yang didapat
oleh karyawannya. Berdasar laporan yang serupa, rerata karyawan peroleh ¥9.35 juta atau seputar
Rp1.2 milyar tiap tahunnya yang dimana rerata dari karyawan itu sudah berumur 39 tahun
serta berjasa semasa 14 tahun di perusahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *